2 edition of Fungsi seni pertunjukkan pada masyarakat Jawa Kuna abad 11-15 Masehi found in the catalog.

Fungsi seni pertunjukkan pada masyarakat Jawa Kuna abad 11-15 Masehi

2002 Statutory Supplement

  • 2043 Want to read
  • 906 Currently reading

Published by Administrator in Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Malang, Lembaga Penelitian

    Places:
  • United States
    • Subjects:
    • Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Malang, Lembaga Penelitian


      • Download Fungsi seni pertunjukkan pada masyarakat Jawa Kuna abad 11-15 Masehi Book Epub or Pdf Free, Fungsi seni pertunjukkan pada masyarakat Jawa Kuna abad 11-15 Masehi, Online Books Download Fungsi seni pertunjukkan pada masyarakat Jawa Kuna abad 11-15 Masehi Free, Book Free Reading Fungsi seni pertunjukkan pada masyarakat Jawa Kuna abad 11-15 Masehi Online, You are free and without need to spend extra money (PDF, epub) format You can Download this book here. Click on the download link below to get Fungsi seni pertunjukkan pada masyarakat Jawa Kuna abad 11-15 Masehi book in PDF or epub free.

      • Microfiche. Jakarta : Library of Congress Office ; Washington, D.C. : Library of Congress Photoduplication Service, 1997. 2 microfiches ; 11 x 15 cm.

        StatementDepartemen Pendidikan dan Kebudayaan, Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Malang, Lembaga Penelitian
        PublishersDepartemen Pendidikan dan Kebudayaan, Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Malang, Lembaga Penelitian
        Classifications
        LC Classifications1994
        The Physical Object
        Paginationxvi, 55 p. :
        Number of Pages67
        ID Numbers
        ISBN 10nodata
        Series
        1nodata
        2
        3

        Old Javanese performance tradition of the 11th-15th century; research. File Size: 8MB.


Share this book
You might also like

Fungsi seni pertunjukkan pada masyarakat Jawa Kuna abad 11-15 Masehi by Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Malang, Lembaga Penelitian Download PDF EPUB FB2


Analisis Kesalahan Kesalahan Struktur Kalimat Pada Essai Mahasiswa Berbahasa Rusia Tingkat Universitas Indonesia, Thera Widyastuti, Ph. Sunan Bonang sebagai seorang penulis Muslim awal dalam sastra Jawa, menunjukkan sikap yang sangat berbeda dengan para penulis Muslim awal di Sumatra.

Evaluasi Hasil Penelitian Arkeologi, Palembang, tahun 1994, pemrasaran 20. Sedangkan ke dekat pantai di sebelah timur, di sepanjang tepi Laut Jawa terus ke utara, merupakan perairan yang luas. [not published] Fairclough, Graham et al eds. Peristiwa dari jejer I, jejer II dan seterusnya itulah janturan ikut berpersan aktif sebagai sarana penjelasan kepada para penonton. Suluk Wujil Di antara suluk karya Sunan Bonang yang paling dikenal dan relevan bagi kajian ini ialah Suluk Wujil.

Juga merupakan daerah tujuan transmigran dari Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Kajian Sastra Lisan Tradisional, Mina Elfira, SS, MA, Ph. van Kooij eds, Fruits of Inspiration Studies in Honour of Prof. Kelley Hays-Gilpin and David S.

Bentuk resonatornya ada yang langsing, ada pula yang berbentuk pendek-gemuk. Ujian terbesar seorang penempuh jalan tasawuf atau suluk ialah syahadat dacim qacim. Berhubung pada waktu itu kekuatannya terbatas maka Sultan Ismail meminta perlindungan pada Belanda. Seorang ahli dari China, Kwee Kek Beng juga menyamakan kata wayang dengan kata wa-yaah dalam bahasa Hokkian; wo-ying dalam bahasa Mandarin; serta wo-yong dalam bahasa Kanton yang semuanya berarti pertunjukan bayang-bayang.

Jakarta: Pusat Penelitian Arkeologi Nasional Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Mereka mendengar bahwa bom atom telah jatuh melanda Kota Hiroshima, berarti kekuatan Jepang sudah lumpuh.

Sastra Pedalangan Bagian 1

Kitab ini sudah memuat istilah pertunjukan bayangan yang disebut rupparupakam. Selain meriam terdapat pula arca dan relief. Saptari, Ratna dan Brigitta Holzner. Kota ini memiliki cukup banyak area wisata seperti Pulau Penyengat yang hanya berjarak kurang lebih 2 mil dari pelabuhan laut Tanjung Pinang, pantai Trikora dengan pasir putihnya kurang lebih 65 km dari kota dan pantai Cermin di pusat kota.